# Database Multilevel

## 📌 Apa Itu Database Multilevel?

**Database Multilevel** adalah jenis database yang menyimpan data dengan *level keamanan* berbeda-beda. Ini seperti menyimpan data di laci-laci yang hanya bisa dibuka oleh orang dengan kunci (akses) tertentu.

🔐 **Tujuannya**: Mencegah pengguna dengan hak akses rendah mengakses data yang sensitif atau rahasia.

---

## 🧠 Analogi Super Gampang

Bayangkan kamu bekerja di sebuah kantor:

* Pegawai biasa hanya bisa buka **laci meja** berlabel "Publik".
    
* Manajer bisa buka laci "Publik" dan "Rahasia Tim".
    
* Direktur bisa buka semua laci, termasuk "Sangat Rahasia".
    

Setiap laci = *level keamanan data*.  
Setiap orang = *user dengan level akses berbeda*.  
Sistem ini memastikan **hanya orang yang tepat melihat data yang tepat**.

---

## 📚 Studi Kasus Sederhana

### 🎯 Kasus: Sistem Database Militer

Bayangkan ada database militer berisi:

* **Data personil umum**: bisa diakses oleh semua anggota.
    
* **Rencana operasi**: hanya bisa diakses oleh perwira.
    
* **Intelijen rahasia**: hanya bisa diakses oleh jenderal.
    

Tanpa sistem multilevel, tentara biasa bisa lihat data rahasia.  
Dengan sistem multilevel, **akses dibatasi sesuai level keamanan**.

---

## 🧪 Praktikum: Uji Coba Sistem Multilevel Access di Kali Linux

> 💡 **Tujuan**: Mensimulasikan pembatasan akses ke file/direktori berdasarkan *security level* dengan user yang berbeda.

### 🔧 Persiapan

1. Gunakan Kali Linux (bisa pakai VirtualBox/VMware).
    
2. Buat 3 user:
    
    ```bash
    sudo adduser user_biasa
    sudo adduser user_perwira
    sudo adduser user_jenderal
    ```
    
3. Buat grup:
    
    ```bash
    sudo groupadd level_rahasia
    sudo groupadd level_sangat_rahasia
    ```
    
4. Tambahkan user ke grup:
    
    ```bash
    sudo usermod -aG level_rahasia user_perwira
    sudo usermod -aG level_sangat_rahasia user_jenderal
    ```
    

### 📁 Simulasi Direktori Multilevel

1. Buat folder dan file:
    
    ```bash
    sudo mkdir /multilevel_data
    cd /multilevel_data
    sudo mkdir publik rahasia sangat_rahasia
    
    echo "Ini data publik" | sudo tee publik/data.txt
    echo "Ini data rahasia" | sudo tee rahasia/data.txt
    echo "Ini data sangat rahasia" | sudo tee sangat_rahasia/data.txt
    ```
    
2. Set hak akses:
    
    ```bash
    # Publik: semua boleh baca
    sudo chmod 755 publik
    
    # Rahasia: hanya grup level_rahasia
    sudo chown :level_rahasia rahasia
    sudo chmod 770 rahasia
    
    # Sangat Rahasia: hanya grup level_sangat_rahasia
    sudo chown :level_sangat_rahasia sangat_rahasia
    sudo chmod 770 sangat_rahasia
    ```
    

---

## 🔍 Pengujian Akses (Simulasi Pelanggaran)

Login sebagai user biasa:

```bash
su - user_biasa
cd /multilevel_data/rahasia
```

➡️ Harusnya akan muncul **Permission Denied**.

Login sebagai user\_perwira:

```bash
su - user_perwira
cd /multilevel_data/rahasia
cat data.txt  # Bisa dibaca
```

Login sebagai user\_jenderal:

```bash
su - user_jenderal
cd /multilevel_data/sangat_rahasia
cat data.txt  # Bisa dibaca
```

---

## ⚠️ Apa yang Bisa Dipelajari?

* Sistem ini **melindungi data sensitif berdasarkan level**.
    
* Pengguna tidak bisa mengakses data di luar haknya.
    
* Simulasi ini penting untuk dipahami oleh siapa pun yang membangun sistem keamanan.
    

---

## 🚀 Kesimpulan

**Database Multilevel** adalah pendekatan penting dalam dunia cybersecurity.  
Dengan membatasi akses berdasarkan level, kita bisa menjaga data tetap aman di lingkungan yang kompleks — seperti militer, pemerintahan, atau bahkan perusahaan teknologi.

> 🛡️ Dalam dunia yang makin rawan kebocoran data, pendekatan multilevel adalah **benteng pertahanan pertama** yang wajib dipahami.
